Monday, July 25, 2011

Buck Rodgers quote

"There are countless ways of attaining greatness. But any road to reaching one's maximum potential must be built on a bedrock of respect for the individual, a commitment to excellence, and a rejection of mediocrity." ~ Buck Rodgers, IBM

Sunday, July 24, 2011

Produk asuransi apa yang cocok buat saya?

April 29, 2011
Produk asuransi apa yang cocok buat saya? (1)

Dalam beberapa tahun terakhir ini perkembangan Industri Asuransi Jiwa di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat. Dari data yang diperoleh dari informasi publik maka dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2010 terjadi peningkatan +/- 1300% untuk perolehan Premi Baru.  Sedangkan untuk Total Premi (Premi Baru dan Premi Lanjutan) maka meningkat sebesar +/- 945% .  Jika kita melihat lebih dalam dari Kontribusi Produk yang menyumbangkan Nilai Premi tersebut maka tampaknya Produk Unit Link menjadi Primadona yang cukup fenomenal di Indonesia.   Di tahun 2010 Produk Unit Link memberikan kontribusi sebesar +/- 62%.
Dengan perkembangan fantastis dari Penjualan Produk Unit Link ini maka menimbulkan Pertanyaan bagi Penulis – Apakah masyarakat sudah memahami dengan jelas dan benar mengenai Produk Unit Link ini? Atau jika kita lebih fokus pada Kebutuhan Asuransi yang dikehendaki maka Apakah sebenarnya Produk Asuransi yang seharusnya saya miliki?
Pada tulisan ini tampaknya kita lebih baik memulai dengan mencoba menjawab Pertanyaan yang ke dua (2) yaitu Produk Asuransi jenis apa yang seharusnya saya miliki? Mengingat pada awalnya kita mengemukakan mengenai Industri Asuransi Jiwa maka tentunya kita akan mengupas produk-produk Asuransi Jiwa. Sebenarnya apa saja jenis-jenis Produk Asuransi Jiwa yang bisa kita miliki untuk menjadi Perlindungan Proteksi bagi sebuah Keluarga?
Beberapa Jenis Produk Asuransi Jiwa sebagai berikut :
Pada awalnya hanyalah Asuransi Kematian Berjangka. Jenis produk ini memberikan Manfaat berbentuk Santunan Kematian jika Nasabah mengalami musibah meninggal Dunia pada periode sesuai Jangka Waktu Kontrak. Sedangkan jika Nasabah Tetap Hidup pada  Akhir Jangka Waktu Kontrak, maka Tidak Ada Pembayaran Santunan yang diberikan. Asuransi ini biasa disebut sebagai Asuransi  Kematian atau Asuransi Premi Hangus. Karena dirasakan Tidak Adil bagi Nasabah mengingat Seluruh Premi Hangus jika Nasabah  Tetap Hidup di Akhir Kontrak maka dirasakan perlunya membuat Jenis Produk Asuransi Jiwa yang bisa memberikan Manfaat Santunan  Kematian kapan pun Kematian itu terjadi.
Oleh karena itu lahirlah Asuransi Seumur Hidup. Produk ini memberikan Manfaat berupa Santunan Kematian kapan pun Kematian itu  terjadi. Atau dengan kata lain sebenarnya Jenis Produk ini adalah Asuransi Kematian Berjangkawaktu Seumur Hidup Nasabah. Jadi  produk ini Pasti akan memberikan Santunan Kematian mengingat Setiap Manusia suatu saat pasti akan Meninggal Dunia. Namun bagaimana jika Nasabah ingin menikmati Hari Tuanya setelah mencapai usia Pensiun dengan memanfaatkan Dana Setoran Preminya?
Kemudian berkembanglah jenis produk Asuransi Dwi Guna. Jenis ini memberikan dua (2) manfaat yaitu Manfaat Santunan Kematian  pada saat Nasabah Meninggal Dunia pada jangka waktu kontrak. Selain itu produk ini juga memberikan Manfaat Dana Akhir Kontrak  jika Nasabah Tetap Hidup pada saat Akhir Kontrak.
Setelah itu Jenis Manfaat dari Produk Asuransi Jiwa berkembang menjadi
Santunan Kecelakaan; dimana Manfaat Santunan akan diberikan jika Nasabah mengalami Kecelakaan yang berakibat menderita hanya  luka-luka, dirawat di rumah sakit sampai dengan Meninggal Dunia karena Kecelakaan.
Santunan Cacat Tetap dan Total; dimana Manfaat Santunan akan dibayarkan jika Nasabah menderita Cacat yang sifatnya Permanen  dan Total atau biasa disebut bahwa Nasabah tidak mempunyai kemungkinan untuk kembali Normal dari Kecacatannya.
Santunan Penyakit Kritis; dimana Nasabah akan menerima Santunan jika Nasabah menderita salah satu Penyakit Kritis yang dipertanggungkan dalam kontrak.
Santunan Kesehatan; Nasabah akan mendapatkan Manfaat Santunan Dana Pengobatan jika menderita sakit sehingga harus mengalami  Rawat Inap atau Tindakan Medis di Rumah Sakit.
Santunan Bebas Premi; Nasabah akan dibebaskan dari membayar Premi yang sudah disepakati dalam kontrak apabila menderita  Cacat Tetap dan Total atau Penyakit Kritis atau jenis Manfaat Lainnya sesuai perjanjian.
Santunan Pasangan (Istri atau Suami); Nasabah akan diberikan manfaat berupa Santunan Dana atau Pembebasan Premi jika Istri  atau Suami Nasabah mengalami musibah Meninggal Dunia atau Cacat Tetap Total atau Penyakit Kritis atau jenis Manfaat lain.
Santunan Patah Tulang; Nasabah akan mendapatkan Santunan Dana Pengobatan jika mengalami cedera yang berakibat Tulangnya patah.
Santunan Perawatan Jangka Panjang; Nasabah akan mendapatkan Santunan Dana Perawatan jika Nasabah Tidak Mampu Lagi untuk melakukan beberapa kegiatan Utama yang dibutuhkan dalam menjalankan kehidupannya, seperti misalnya Tidak Bisa Makan Sendiri,  Tidak Mampu Melakukan Aktivitas Toilet atau Kamar Mandi Sendiri, Tidak Mampu Bergerak dan lain-lain.
Pada Era Moderen lahirlah Produk Unit Link yang merupakan perkembangan dari Asuransi Dwi Guna. Manfaat dari produk ini menyerupai produk Dwi Guna yaitu menerima Santunan Musibah jika menderita atau mengalami Musibah selama periode kontrak masih berlangsung.  Selain itu Manfaat Akumulasi Setoran atau Akumulasi Tabungan dapat ditarik kapanpun diinginkan dengan mendapatkan bunga investasi  sesuai dengan instrumen investasi yang dipilih oleh nasabah. Tentunya tingkat bunga investasi tergantung kepada kondisi ekonomi  yang terjadi sehingga Perusahaan Asuransi tidak mempunyai Tanggung jawab atas perkembangan investasi dana nasabah yang terjadi.  Sedangkan untuk jenis produk Tradisional seperti Dwi Guna maka Perusahaan Asuransi Bertanggungjawab untuk membayarkan Nilai Manfaat  Akhir Kontrak sesuai kesepakatan di awal perjanjian, yang tertera di dalam kontrak atau polis. Perbedaan lainnya adalah Unit Link mempunyai fleksibilitas misalnya Nasabah diperbolehkan menambah atau mengurangi atau cuti membayar Setoran Tabungan, meningkatkan atau menambah atau mengurangi jenis Santunan, merubah instrumen investasi dan lain-lain. Selain itu maka Unit Link juga memiliki perbedaan dengan Dwi Guna karena Setoran Tabungan Nasabah dijadikan Unit Penyertaan dengan memperhitungkan harga Unit saat terjadi transaksi baik transaksi Setoran atau transaksi Tambahan Setoran. Sedangkan jika terjadi transaksi Penarikan Setoran maka Jumlah Unit yang dimiliki akan dinilai dengan Harga Unit pada saat transaksi dilakukan.
Ada juga Produk yang serupa dengan Unit Link tetapi Setoran Tabungan nasabah tidak dijadikan dalam bentuk Unit. Produk ini biasa  disebut sebagai Universal Life atau Variable Life, tergantung kepada Pilihan Instrumen Investasi yang diberikan.
Untuk memenuhi keinginan pasar maka jenis-jenis produk atau santunan tersebut di atas dapat dimodifikasi baik itu fiturnya maupun Administrasi Pembayaran Manfaatnya. Misalnya Asuransi Seumur Hidup yang preminya dibayarkan terbatas hanya beberapa tahun saja.  Atau Asuransi Dwi Guna yang pembayarannya dilakukan Bertahap dengan mengkaitkannya dengan Skema Pendidikan sehingga disebut sebagai Asuransi Pendidikan atau Beasiswa. Atau Asuransi Dwi Guna yang jangka waktu Kontrak disesuaikan dengan usia Pensiun Normal sehingga disebut sebagai Dana Pensiun. Atau juga usia masuk Nasabah diberikan kepada Usia Anak-anak sehingga disebut Asuransi Anak.  Atau kebalikannya yaitu usia masuk Nasabah hanya diperbolehkan untuk usia tua misanya di atas 50 tahun maka disebut sebagai  Asuransi Orang Tua. Masih banyak modifikasi yang dapat dilakukan tergantung kepada kreatifitas Tim Pemasaran dan Tim Aktuaria yang ada di perusahaan Asuransi tersebut.
Saat ini ada juga Produk Asuransi yang berbasiskan Syariah. Sesuai dengan namanya maka produk ini wajib mengikuti kaidah-kaidah dan hukum-hukum Syariah. Jenis produk ini juga mempunyai aneka ragam manfaat dan fitur yang serupa dengan produk-produk di atas tapi dalam koridor hukum dan kaidah Syariah.
Melihat banyaknya variasi dari Jenis Produk Asuransi Jiwa yang dibedakan berdasarkan fitur, manfaat dan ketentuannya maka kita harus dapat melihat dan menetapkan – produk mana yang cocok dengan kebutuhan, kemampuan dan kondisi saya beserta keluarga. Untuk membahas lebih lanjut mengenai memilih dan menetapkan produk asuransi apa yang cocok dengan karakteristik dan profile setiap keluarga maka akan kita kupas lebih dalam pada tulisan mendatang.
Posted by risza bambang
Category: Pengetahuan Dasar
Tags: asuransi, Dunia, Jiwa, kematian, Manfaat, Meninggal, Nasabah, Produk, Santunan

Leave a Comment
Your Name (required):
Your Email (required):
Your Comment (required):
Submit Comment

« Perlukah beli asuransi? (2) | Produk asuransi apa yang cocok buat saya? (2) »


http://riszabambang.blog.kontan.co.id/2011/#http://riszabambang.blog.kontan.co.id/2011/04/29/produk-asuransi-apa-yang-cocok-buat-saya-1/
------------------------------------------------------

May 13, 2011
Produk asuransi apa yang cocok buat saya? (2)

Jika pada artikel terdahulu kita membahas mengenai Jenis-jenis Santunan Produk Asuransi Jiwa. Maka pada kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai Bagaimana Memilih dan Menetapkan Produk Asuransi yang sesuai dengan Kebutuhan, Kemampuan Finansial dan berdasarkan Kondisi pada saat Kebutuhan terjadi untuk setiap Keluarga. Oleh karena itu kita perlu untuk mengenal terlebih dahulu mengenal arti dan cakupan dari Risiko Kehidupan.
Apa definisi dari Risiko Kehidupan dan apa saja ruang lingkup dari Risiko ini?
Risiko Kehidupan adalah suatu Risiko yang pasti terjadi dalam kehidupan seseorang Manusia, risiko ini mendatangi kita secara tiba-tiba dan dari luar atau bukan dari sesuatu yang kita kehendaki. Salah satu atau kombinasi dari risiko ini pasti terjadi dalam kehidupan kita,  yang kita tidak tahu adalah kapan waktu terjadinya.
Cakupan dari risiko ini adalah :
Hidup Terlalu Singkat; Ada Pepatah yang mengatakan bahwa Kelahiran, Jodoh dan Kematian ada di tangan Tuhan. Disini Manusia hanya bisa berupaya, tetapi akhirnya Tuhan lah yang menentukan Kejadian dan Peristiwanya. Jenis Risiko ini berhubungan dengan Jangka Waktu dari Kehidupan kita yang lebih singkat dibandingkan dengan jangka waktu normal yang terjadi pada orang-orang kebanyakan. Atau dengan kata lain maka Usia kita lebih pendek dari rata-rata usia orang normal. Dalam ilmu Aktuaria dikenal istilah Rasio Life Expectancy atau Usia Harapan Hidup. Artinya adalah Rata-rata Usia seorang manusia dalam menjalani kehidupannya sampai Malaikat Maut mencabut nyawanya. Di Indonesia maka Tingkat Usia Harapan Hidup adalah 70,7 tahun, sedangkan di negara maju seperti Jepang adalah 82,6 tahun, di Inggris 79,4 tahun. Rasio ini sangat bergantung kepada Gaya Hidup, Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Budaya, Perdagangan, Perindustrian yang terjadi di suatu negara, semakin tinggi nilai faktor-faktor tersebut maka semakin tinggi Usia Harapan Hidupnya. Oleh karena itu Hidup Terlalu Singkat bermakna bahwa Orang tersebut mempunyai Umur yang Pendek atau Meninggal Dunia lebih cepat dari kebanyakan orang lain atau Hidupnya lebih pendek dibandingkan kehidupan normal yang berlaku.
Hidup Terlalu Lama; Risiko ini berbanding terbalik dengan risiko kehidupan yang pertama. Pada jenis ini maka Seseorang mempunyai Usia yang lebih panjang dibandingkan orang-orang kebanyakan. Banyak orang tidak pernah menyangka bahwa ini adalah suatu risiko. Memang risiko ini barulah dirasakan pahit jika kita tidak mengantisipasi Dampak Kerugian Finansial yang terjadi. Dampak terberat dari jenis ini adalah Dana Pensiun yang harus disediakan untuk menikmati Hari Tua seseorang. Dana tersebut diperlukan untuk membiayai Biaya Hidup Rumah Tangga termasuk atas Biaya Kesehatan yang harus disediakan untuk membayar ongkos-ongkos Kesehatan seperti misalnya Rawat Inap, Rawat Jalan, Dokter Gigi, Kaca Mata, Pengobatan, dan lain-lain baik Preventif, Kuratif maupun Rehabilitatif. Yang menarik adalah setiap orang tidak pernah lupa untuk memohon Umur Panjang pada saat Hari Ulang Tahunnya tetapi seringkali lupa memohon juga untuk diberikan rezeki untuk menopang Umur Panjangnya.
Sakit dan kecelakaan; Risiko ini seringkali terjadi secara berulang-ulang dalam kehidupan seorang manusia. Oleh karena itu kita harus mengelola risiko ini dengan baik sehingga dampak kerugian finansialnya tidak membebani Kondisi Keuangan, serta musibah tersebut tidak terjadi secara berulang.
Selain kita mengetahui mengenai Risiko Kehidupan maka kita juga harus mengetahui tentang Siklus Kehidupan atau Life Cycle. Siklus ini terjadi sejak Manusia dilahirkan sampai dengan Dipanggil Tuhan. Dalam Siklus ini Setiap orang akan menjalani Tahapan Kehidupan sesuai dengan bertambahnya Usia dan juga Perubahan Kondisi Kehidupannya.
Misalnya pada :
Tahap Awal maka secara normal seseorang akan menjalani lahir, perkembangan bayi hingga jadi anak kecil, sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar, remaja, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, dan kemudian kuliah.
Tahap Selanjutnya adalah Bekerja untuk mendapatkan Penghasilan dan mengaplikasikan pendidikannya, dan karirnya terus berkembang sesuai dengan Kinerja dan Perilakunya, lalu akhirnya menemukan Jodohnya dan Menikah.
Tahap Kemudian adalah Tetap melanjutkan karir kerjanya baik di tempat semula atau kantor baru, mempunyai keturunan atau anak sehingga menambah pengalaman hidupnya untuk membesarkan dan mendidik Anak-anaknya sampai mereka dewasa atau paling tidak sampai anak-anaknya menyelesaikan jenjang kuliahnya.
Tahap Berikutnya adalah Tahap Keemasan dalam Berkarir dan juga kematangan Berkeluarga. Tahap ini diakhiri dengan periode memasuki Usia Pensiun dimana Seseorang harus kehilangan Sumber Pendapatannya. Namun demikian Sumber Pendapatan saat produktif bekerja bisa diganti dengan Dana Pensiun untuk terus menyambung dan melanjutkan Kehidupan Hari Tuanya. Pada tahap ini atau mungkin sebelumnya maka masih ada tanggung jawab dari Orang Tua untuk menikahkan Anaknya baik secara Agama, Biaya, Negara dan lain-lain.
Tahap Pensiun atau Menjalani hari Tua – Periode dimana seseorang harus menjalani hari Tuanya setelah Pensiun bekerja. Batas usia Pensiun di Indonesia berkisar antara 55 atau 56, walaupun bisa diperpanjang sesuai kebutuhan. Jika seseorang tetap bertahan hidup sampai dengan usia rata-rata rasio harapan hidup misalnya 75 tahun maka hari tuanya sepanjang 20 tahun.  Padahal periode Masa Produktif seseorang hanya berlangsung selama +/- 30 tahun, dari usia pensiun 55 tahun dikurangi usia masuk kerja misalnya 25 tahun. Dengan kata lain maka Periode Hari Tua sebesar 2/3 dari Periode Bekerja tapi dengan Tanpa Pendapatan seperti saat masih Bekerja. Dan Biaya Kesehatan semakin tinggi karena risiko Kesehatan juga semakin buruk dan Biaya Pengobatan, Dokter, Rumah Sakit dan lain-lain juga semakin tinggi.
Tahap Terakhir adalah tahap yang tidak populer atau tidak disukai oleh hampir semua orang tetapi harus terjadi dalam kehidupan seseorang. Risiko yang terjadi pada tahap ini adalah Kematian, sesuatu yang pasti terjadi tetapi tidak bisa diprediksi dengan tepat waktunya.
Setiap Tahapan dalam Siklus Kehidupan mempunyai Kebutuhan Asuransi atau Proteksi yang berbeda. Perbedaan ini bisa berupa Jenis Produknya, Nilai Uang Pertanggungan atau Santunan Asuransinya, Nilai Premi yang dibayarkan, Periode Jangka Waktu Kontrak, Cara Pembayaran Premi, Siapa Tertanggung dan siapa Penerima Manfaat atau Ahli Warisnya dan lain-lain sesuai Kebutuhan, kemampuan finansial dan Kondisi keluarga saat kebutuhan tersebut diharapkan terjadi.
Contoh Kebutuhan Asuransi pada setiap Tahapan dari Siklus Kehidupan adalah sebagai berikut :
Tahap Awal – Kebutuhan Asuransi bukan pada orang bersangkutan tapi justru pada Orang Tuanya, khususnya Orang Tua (Ayah atau Ibu) yang menjadi Penanggung Biaya Kehidupan bagi orang tersebut. Namun bisa juga beli Asuransi dengan Orang tersebut jadi Tertanggung, dan Orang Tua yang membayarkan Premi sebagai Pemengang Polis sekaligus Pembayar Premi. Jenis Produk bisa Kesehatan atau Whole Life dengan Pembayaran Premi Terbatas hanya beberapa Tahun saja atau Seumur Hidup. Dengan membeli asuransi sejak dini maka Tingkat Risikonya lebih kecil dari pada jika membeli setelah berusia lebih tua, ini membuat Premi akan jauh lebih murah. Selain itu juga Proses Seleksi Penerimaannya akanlebih mudah dibandingkan jika sudah berusia lebih tua. Hal ini direkomendasikan bagi seseorang yang mempunyai Riwayat Keturunan Penyakit Mematikan seperti Jantung, Hipertensi, Diabetes dan Penyakit Genetis lainnya, atau seseorang yang Gaya Hidup Keluarganya berisiko tinggi seperti gemar makanan Fast Food atau Berlemak atau Jarang Olah Raga dan lain-lain.
Tahap Masa Kerja sampai Berumah Tangga – Kebutuhan Asuransi bisa dilakukan dengan melanjutkan Polis Anak-anak yang sudah ada tetapi dengan menambah jenis Santunan Proteksinya (contoh Penyakit Kritis, Kecelakaan, Cacat Tetap Total dan lain-lain), juga mengganti Penanggungjawab pembayar Premi dari Orang Tua kepada dirinya sendiri sekaligus menjadi Pemegang Polis. Jenis Produk Asuransi juga bisa ditambahkan jenis Dwi Guna atau Unit Link atau Universal atau Variable Life untuk keperluan Biaya Menikah, Dana Pensiun, Beli Kendaraan, Beli Rumah dan lain-lain, namun sebaiknya untuk Investasi dilakukan terpisah dengan Proteksi. Namun demi kepentingan Disiplin Menyisihkan Uang dan Alasan Kepraktisan dan Alasan Kesibukan serta Ketidakmengertian Ilmu Investasi maka pemilihan produk tersebut masih bisa diberikan toleransi. Walaupun Penulis tetap merekomendasikan untuk memisahkan antara Asuransi dengan Investasi, demi untuk memperoleh hasil yang optimal baik dari segi Nilai Santunan Proteksi maupun Nilai Pengembalian Investasinya.
Tahap Masa Awal Berkeluarga – Sejak Menikah maka Nilai Santunan Musibah sebaiknya disesuaikan dengan Penambahan Biaya Rumah tangga akibat kehadiran Pasangan Hidup. Selain itu juga diperlukan untuk mempertimbangkan Tambahan Jenis Santunan Pasangan Hidup. Dan sejak Kelahiran Anaknya maka dibutuhkan tambahan Asuransi Pendidikan atau BeaSiswa Anak. Dan juga melakukan Tinjau Ulang kembali untuk Nilai Santunan Musibahnya serta Metode Pembayaran Preminya agar tidak membebani Total Biaya Pengeluaran Keluarga. Mengingat periode mencapai usia pensiun sudah semakin pendek maka diperlukan juga pertimbangan untuk Melakukan Review Nilai Setoran Dana Pensiun disesuaikan dengan Peningkatan Pendapatan dan Tingginya Inflasi yang berakibat pada Kenaikan Harga-harga barang. Jangan dilupakan adalah faktor Tambahan Nilai Santunan dan Nilai Dana Pensiun yang diberikan oleh Perusahaan Tempat Bekerja dan Pemerintah.
Tahap Masa Keemasan Kehidupan – Jangka Waktu yang paling berkesan karena Karir sedang berada di puncak dan juga kondisi berkeluarga. Di tahap ini sering terjadi menerima Bonus atau Rejeki yang cukup besar sehingga mempunyai banyak godaan untuk melakukan Gaya Hidup Konsumtif yang tidak perlu. Disinilah saat untuk fokus berinvestasi tapi jangan lupa untuk melakukan Perlindungan Asuransinya. Jika sudah tidak ada kewajiban Biaya untuk Pendidikan Anak maka Anggarannya bisa dialihkan ke Dana Pensiun. Jika memang kita memiliki Penghasilan yang besar dan memiliki selisih positif yang cukup besar dengan Total Pengeluaran maka ini bisa dipakai untuk tambahan Setoran Dana Pensiun dan Investasi. Begitu juga jika menerima Rejeki atau Bonus Tambahan maka bisa ditambahkan ke Dana Pensiun atau Tambahan Portofolio Investasi yang dimiliki. Perlu dipertimbangkan juga untuk menambahkan Santunan Perawatan Jangka Panjang atau Long Term Care serta Santunan Patah Tulang atau Broken Bone untuk berjaga-jaga jika musibah tersebut menyerang kita.
Tahap Periode Hari Tua – Saat untuk menikmati Hari Tua dengan menggunakan Dana Pensiun dan Hasil Pengembalian Investasi yang dilakukan saat masih bekerja. Jika kita melakukan Investasi dengan benar dan maksimal maka diharapkan bisa memperoleh Pasif Income yang bisa menggantikan 75% Biaya Rumah Tangga yang biasanya dibelanjakan, tentunya dengan memasukkan faktor inflasi atas harga-harga barang. Nama Penerima Manfaat Asuransi bisa dirubah sesuai dengan Kondisi Keluarga. Proporsi Istri sebagai Penerima Santunan bisa lebih ditingkatkan karena Anak-anak sudah Mandiri dan bisa menghidupi Keluarganya sendiri. Atau bisa juga mengganti Penerima Manfaat dengan memberikannya kepada Rumah-rumah Ibadah atau Yayasan Kemanusiaan atau Yayasan untuk Pendidikan dan Kesehatan Anak-anak.
Tahap Kematian – Siklus Kehidupan berakhir.
Seperti dijelaskan sebelumnya maka Kita juga harus mengetahui Bagaimana Kondisi Finansial kita untuk mengetahui Kemampuan Finansial untuk membeli Asuransi, baik menetapkan Nilai Santunan (baik Musibah, Bea Siswa atau Pensiun), Jenis Santunan yang sebaiknya dimiliki, Cara Pembayaran dan Mata Uang Polis Asuransi. Selain itu juga diperlukan Informasi atau Data Aktual dari Usia Anak, Usia Kita, Kapan Dana Pendidikan harus diberikan, Kapan Dana Pensiun diperlukan, Berapa Lama Periode Asuransi dan sebagainya. Dengan seluruh Informasi dari Kebutuhan, Kemampuan Finansial dan juga Karakteristik Kondisi Keluarga maka Kita bisa membuat Perencanaan Asuransi dengan tepat sehingga bisa menjadi suatu Alat Pelindung Kebutuhan atau Hedging untuk Tujuan Kebutuhan. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas maka kita akan membahasnya lebih lanjut pada artikel mendatang.
Posted by risza bambang
Category: Pengetahuan Dasar, Uncategorized
Tags: asuransi, Hidup, Kehidupan, proteksi, risiko, Santunan, Siklus

Leave a Comment
Your Name (required):
Your Email (required):
Your Comment (required):
Submit Comment


Type the two words:



1 Comment to “Produk asuransi apa yang cocok buat saya? (2)”

Ranti
June 8, 2011
Salam kenal Pak Rizsa.
Suami saya sdh membeli asuransi jiwa termlife serta as. kesehatan utk sekeluarga. Kami juga memisahkan antara asuransi dan investasi. Saya membaca di sebuah twitter ada asuransi jiwa yg di lengkapi manfaat tambahan berupa bebas bayar premi jika terkena sakit kritis atau cacat tetap. Apakah yang di maksud dlm hal ini? Apakah preminya tidak mahal?
Terima kasih banyak, Ranti.
Reply
« Produk asuransi apa yang cocok buat saya? (1) |


http://riszabambang.blog.kontan.co.id/2011/05/13/produk-asuransi-apa-yang-cocok-buat-saya-2/

Mempersiapkan Biaya Pendidikan Sejak Dini

Mempersiapkan Biaya Pendidikan Sejak Dini

Pendidikan adalah salah satu bekal paling penting bagi anak. Masalahnya, biaya pendidikan di Indonesia kian mahal. Untuk itu, orang tua sebaiknya mempersiapkan biaya pendidikan anak sejak dini agar bisa memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. Bagaimana pun hingga saat ini masih diyakini bahwa tingginya pendidikan seseorang menjadi salah satu tolok ukur dalam pencapaian jenjang karier.
Berdasarkan survei KONTAN 18 Mei-24 Mei 2011 terhadap 250 responden yang sudah menikah, mayoritas (69,2%) sudah mempersiapkan dana pendidikan anaknya hingga sarjana strata 1 (S1).
Untuk biaya pendidikan anak hingga lulus S1, mayoritas responden (22,4%) menyiapkan Rp 200 juta-300 juta. Lalu 18,8% menargetkan Rp 100 juta-Rp 200 juta. Responden yang berencana menyekolahkan anaknya di luar negeri, menyiapkan dana di atas Rp 1 miliar (2% responden).
Mayoritas responden yang belum mempersiapkan biaya pendidikan anak akan membiayainya dari tabungan (bukan tabungan pendidikan). Yang menarik, 13% responden hingga kini belum tahu dari mana sumber dananya.
Kisaran biaya pendidikan anak hingga Rp 400 juta tersebut tentu saja untuk pilihan sekolah di dalam negeri. Lain cerita kalau ingin menyekolahkan anak di luar negeri. Biaya yang diperlukan untuk studi dan cost of living berkisar sekitar Rp 500 juta per tahun. Artinya kalau seorang anak menyelesaikan pendidikannya 4 tahun, maka biaya yang diperlukan kurang lebih sekitar Rp 2 miliar. Pada survey KONTAN kali ini, ada 2,5% responden yang memperkirakan kalau biaya sekolah anaknya di atas Rp 1 miliar.
Walaupun biaya menyekolahkan anak tersebut tidak murah, tapi 69% responden ternyata sudah mempersiapkannya sejak jauh hari. Sebanyak 39,6% (99 responden) responden menyiapkan dana pendidikannya dalam bentuk asuransi pendidikan dan 28,8% (72 responden) dalam bentuk tabungan pendidikan. Sisanya, para responden menyiapkan dana itu dalam investasi di emas (7,2% atau 18 responden), properti (6% atau 15 responden), reksadana (5,2% atau 13 responden), dan lain-lain (9 responden).
Lalu, bagaimana bagi responden belum mempersiapkannya? Sebanyak 14,4% responden ternyata sudah mencoba menyisihkan uangnya dalam bentuk tabungan umum, dan 5,2% berencana untuk mengikuti program asuransi pendidikan. Sedangkan 4% responden menyatakan belum tahu dari mana sumber biayanya nanti. Beberapa responden (2,8%) berharap bisa mendapatkan pinjaman dari kantor untuk alternatif sumber dananya.
Besarnya perkiraan biaya pendidikan ini berlaku untuk saat ini, bagaimana kalau 10 tahun ke depan? Andai saja kenaikannya dihitung 10% per tahun. Ya, tinggal dikalikan saja. Lalu bagaimana dengan Anda? Sejauh mana persiapannya?
Grafik 1 : Anda Sudah Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Sampai Lulus S1?

Grafik 2 : Persiapan Dana Pendidikan Anak

Grafik 3 : Bagaimana Kalau Belum Menyiapkan Dananya?

Grafik 4 : Target Biaya Pendidikan Anak dari SD Hingga Lulus S1

Grafik 5 : Berdasarkan Gender

Grafik 6 : Usia Responden

Grafik 7 : Pengeluaran Keluarga



TIM RISET : KONTAN



http://www.kontan.co.id/survei/read/9mempersiapkan-biaya-pendidikan-sejak-dini

70 Kata-kata Bijak dari Tokoh Terkenal

70 Kata-kata Bijak dari Tokoh Terkenal
User Rating: / 4
PoorBest 
Marah itu gampang Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit (Aristoteles)
Kesakitan membuat Anda berpikir Pikiran membuat Anda bijaksana Kebijaksanaan membuat kita bisa bertahan dalam hidup (John Pattrick)
Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika ia marah, karena akan seperti itu pulalah perlakuannya pada Anda (Henry Ward Beecher)
Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat (Winston Chuchill)
Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan (Goethe)
Secara teoritis saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Karena tak semuanya mudah dinikmati (Charles Lamb)
Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur (Richard Wheeler)
Bila Anda ingin bahagia, buatlah tujuan yang bisa mengendalikan pikiran, melepaskan tenaga, serta mengilhami harapan Anda, (Andrew Carnegie) 
Kita hanya berfikir ketika kita terbentur pada suatu masalah (John Dewey)
Kesalahan orang lain terletak pada mata kita, tetapi kesalahan kita sendiri terletak di punggung kita (Ruchert)
Yang baik bagi orang lain adalah selalu yang betul-betul membahagiakannya (Aristoteles)
Semua yang riil bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat riil (Hegel)
Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri Sebelum menguatkan orang lain, saya harus bisa menguatkan diri sendiri dahulu (Petrus Claver)
Lebih baik bertempur dan kalah daripada tidak pernah bertempur sama sekali (Arthur Hugh Clough)
Hidup adalah lelucon yang baru saja dimulai (W S Gilbert)
Orang yang bisa menggunakan dan menyimpan uang adalah orang yang paling bahagia, karena ia memiliki kedua kesenangan (Samuel Johnson)
Kebijaksanaan tidak pernah berbohong (Homer)
Tuhan sering mengunjungi kita, tetapi kebanyakan kita sedang tidak ada di rumah (Joseph Roux)
Seorang pendengar yang baik mencoba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain Pada akhirnya mungkin saja ia sangat tidak setuju, tetapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin tahu dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya (Kenneth A Wells)
Seorang pria sudah setengah jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkan omongannya dengan penuh perhatian (Brenden Francis)
Kebahagian hidup yang sebenarnya adalah hidup dengan rendah hati (W M Thancheray)
3×25 Watt ≠ 75 Watt Sebuah bola lampu berukuran 75 watt kelihatan bersinar lebih terang dibandingkan dengan tiga buah bola lampu 25 Watt yang dinyalakan bersamaan 
Dari semua hal, pengetahuan adalah yang paling baik, karena tidak kena tanggung jawab maupun tidak dapat dicuri, karena tidak dapat dibeli, dan tidak dapat dihancurkan (Hitopadesa)
Bila orang mulai dengan kepastian, dia akan berakhir dengan keraguan Jika orang mulai dengan keraguan, dia akan berakhir dengan kepastian (Francis Bacon)
Cuma sedikit orang yang menginginkan kebebasan, kebanyakan hanya menginginkan seorang tuan yang adil (Gaius Sallatus Crispus)
Tak diinginkan, tak dicintai, tidak diperhatikan, dilupakan orang, itu merupakan derita kelaparan yang hebat, kemiskinan yang lebih besar daripada orang yang tak bisa makan Kita harus saling merasakan hal itu (Ibu Teresa)
Pengalaman bukan saja yang telah terjadi pada diri Anda Melainkan apa yang Anda lakukan dengan kejadian yang Anda alami (Aldous Huxley)
Dunia adalah komedi bagi mereka yan memikirkannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya (Harace Walpole)
Saya percaya kata managing berarti memegang burung dara di kepalan tangan Kalau terlalu kencang ia akan mati Tapi bila terlalu kendur, bisa terlepas  (Tommy Lasorda)
Sejarah manusia merupakan tanah pemakaman dari kebudayaan-kebudayaan yang tinggi, yang rontok karena mereka tidak mampu melakukan reaksi sukarela yang terencana dan rasional untuk menghadapi tantangan. (Erich Fromm) 
Kemajuan merupakan kata yang merdu Tetapi perubahanlah penggeraknya dan perubahan mempunyai banyak musuh (Robert F Kennedy)
Kita mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut (Maria Montessori)
Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap loyo dan kejahatan sama dengan bersikap giat (Maria Montessori)
Kemampuan menertibkan keinginan merupakan latar belakang dari watak (John Locke 1632-1704)
Kebahagian dari setiap negara lebih bergantung pada watak penduduknya daripada bentuk pemerintahannya (Thomas Chandler Haliburton 1796-1865)
Menyikat lantai dan mencuci pispot sama mulianya seperti menjadi presiden (Richard M Nixon)
Jangan pernah membanting pintu, siapa tau kita harus kembali (Don Herold)
Diplomat ialah orang yang selalu ingat pada ulang tahun seorang wanita tetapi tidak pernah ingat berapa umur wanita itu (Robert Frost)
Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang yang paling takut pada perubahan (Mignon McLaughlin)
Kalau manusia berangsur menjadi tua, umumnya ia cendrung menetang perubahan, terutama perubahan ke arah perbaikan (John Steinbeck)
Selama hidup saya yang sudah 87 tahun ini, saya telah menyaksikan serentetan revolusi teknologi Tetapi tidak satu pun diantaranya yang tidak membutuhkan watak yang baik atau kemampuan untuk berfikir (Bernard M Baruch)
Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis (Aristoteles)
Pendidikan mengembangkan kemampuan, tetapi tidak menciptakannya (Voltaire)
Pendidikan yang baik tidak menjamin pembentukan watak yang baik (Fonttenelle)
Setelah makan, pendidikan merupakan kebutuhan utama rakyat (Danton)
Kerendahan hati disukai orang-orang terkenal Namun orang yang bukan apa-apa sulit untuk rendah hati (Paul Valěry)
Emansipasi merupakan seni untuk berdiri di atas kaki sendiri namun dipeluk tangan orang lain (Alex Winter)
Sebelum menikah saya mempunyai enam teori tentang bagaimana mendidik anak Kini saya mempunyai enam anak dan tidak mempunyai teori (John Wilmot, Earl of Rochester 1647-1680)
Kebahagiaan itu seperti batu arang, ia diperoleh sebagai produk sampingan dalam proses pembuatan sesuatu (Aldous Huxley)
Dari pesawat terbang yang saya cintai, saya melihat ilmu pengetahuan yang saya puja memusnahkan kebudayaan, padahal saya mengharapkan mereka dimanfaatkan untuk kebudayaan (Charles A Lindbergh, Jr )
Harapan adalah tiang yang menyangga dunia (Pliny the Elder)
Alat penghemat kerja yang paling populer sampai saat ini masih tetap suami yang berada (Joey Adams)
Seorang arkeolog merupakan suami yang terbaik yang bisa diperoleh wanita; makin tua si istri, makin besar minat suami terhadapnya (Agatha Cristie)
Saya lebih suka lamunan untuk masa akan datang daripada sejarah masa lalu (Thomas Jefferson 1743-1826)
Jangan memberi nasehat kalau tidak diminta (Erasmus)
Manusia mudah dibohongi oleh orang yang dicintainya (Molire)
Sebelum menulis, belajarlah berpikir dulu (Boileau)
Orang yang berjiwa cukupan, merasa bisa menulis dengan hebat Orang yang berjiwa besar merasa bisa menulis cukupan (La Bruyère)
Kemenangan yang paling indah adalah bisa menaklukkan hati sendiri (La Fontaine)
Tidak ada yang selembut dan sekeras hati (G C Lichtenberg)
Lebih baik mengerti sedikit daripada salah mengerti (A France)
Orang memerlukan dua tahun untuk berbicara, tetapi limapuluh tahun untuk belajar tutup mulut (Ernest Hemingway)
Penulis buku jarang intelektual Intelektual ialah mereka yan berbicara tentang buku yang ditulis orang lain (Françoise Sagan)
Orang yang mencemarkan udara dengan pabriknya dan anak ghetto yang memecahkan kaca etalase toko menunjukkan hal yang sama Mereka tidak peduli pada orang lain (Dhaniel Patrick Moynihan)
Mereka yang bermimpi di siang hari akan lebih menyadari bahaya yang luput dari penglihatan mereka yang mimpi di malam hari (Edgar Allen Poe)
”Mulai” adalah kata yang penuh kekuatan Cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu adalah, “mulai” Tapi juga mengherankan, pekerjaan apa yang dapat kita selesaikan kalau kita hanya memulainya (Clifford Warren)
Saya tak hanya menggunakan semua kecerdasan yang dimiliki otak melainkan juga yang dapat saya pinjam (Woodrow Wilson)
Yang kalah adalah wujud hukuman atas kegagalan Pemenang adalah penghargaan atas kesuksesannya (Bob Gilbert)
Bila Anda mengatakan apa yang Anda pikirkan, jangan harap hanya mendengar apa yang Anda sukai (Malcom S Forbes)
Kesulitan itu ibarat seorang bayi Hanya bisa berkembang dengan cara merawatnya (Douglas Jerrold)
 

 
http://infoasuransi.net/bijaksana/127-70-kata-kata-bijak-dari-tokoh-terkenal.html
 

Mengapa Harus Menabung Sedini Mungkin

Banyak di antara kita yang tidak terlalu peduli terhadap rencana keuangan di masa pensiun. Padahal masa pensiun adalah sesuatu yang hampir pasti terjadi suatu saat kelak. Oleh karena itu, menyiapkan rencana keuangan di masa pensiun adalah tindakan yang sangat bijaksana.

 

Diasumsikan bahwa usia pensiun adalah 65 tahun. Pasa saat pensiun nanti, kita ingin berhasil mengumpulkan dana untuk membiayai masa pensiun sebesar Rp 1 miliar. Berikut ilustrasi dana yang harus kita persiapkan dengan asumsi hasil investasi yang terjadi sebesar 5 %, 10 % dan 15 % [sudah bebas pajak dan telah mempertimbangkan tingkat inflasi]:

Usia 20 tahun:
5 % = 521,811
10 % = 115,917
15 % = 23,244

Usia 30 tahun:
5 % = 922,642
10 % = 307,475
15 % = 94,571

Usia 35 tahun:
5 % = 1,254,286
10 % = 506,604
15 % = 191,683

Usia 40 tahun:
5 % = 1,746,038
10 % = 847,339
15 % = 391,617

Usia 50 tahun:
5 % = 3,861,857
10 % = 2,622,815
15 % = 1,751,421

Usia 55 tahun:
5 % = 6,625,381
10 % = 5,228,783
15 % = 4,104,339

Usia 60 tahun:
5 % = 15,081,233
10 % = 13,649,790
15 % = 12,359,629

Jika saat ini kita berusia 30 tahun, dan menginvestasikan uang kita secara berkala [regular] di instrumen investasi yang menghasilkan hasil investasi sebesar 10 %, maka kita harus menyisihkan uang sebesar Rp 307,475 setiap bulan, agar kita dapat mewujudkan impian kita untuk dapat memiliki dana Rp 1 miliar pada saat usia kita mencapai 65 tahun. Jika kita beruntung mendapatkan hasil investasi sebesar 15 %, maka kita cukup menyisihkan Rp 94,571 setiap bulannya untuk dapat menghasilkan uang senilai Rp 1 miliar pada usia 65 tahun.

Semakin dini usia kita, maka akan semakin ringan bebang uang yang harus kita sisihkan untuk dapat mewujudkan impian kita.

Pada usia 20 tahun, kita hanya perlu menyisihkan uang sebesar Rp 521,811 setiap bulan untuk mendapatkan uang senilai Rp 1 miliar pada usia 65 tahun, jika kita menginvestasikan uang kita pada instrumen investasi dengan hasil investasi sebesar 5 %. Bandingkan dengan jika kita telah berusia 50 tahun. Dibutuhkan uang sebesar Rp 3,861,857 atau lebih dari tiga juta rupiah setiap bulan agar kita dapat mewujudkan impian kita untuk memperoleh uang senilai Rp 1 miliar pada saat usia kita telah mencapai 65 tahun. Padahal di usia-usia tersebut, kita juga sedang disibukkan dengan biaya kuliah anak-anak kita atau pun biaya pernikahan mereka.

Semakin dini usia kita saat mulai menabung, semakin ringan bebas uang atau dana yang harus kita sisihkan untuk dapat mewujudkan impian masa pensiun yang indah. Jadi, mulailah menabung sedini mungkin!




http://infoasuransi.net/dana-pensiun/98-mengapa-harus-menabung-sedini-mungkin.html?tmpl=component&print=1&layout=default&page=

9 Cara Paling Ampuh Menolak Tawaran Agen Asuransi !

9 Cara Paling Ampuh Menolak Tawaran Agen Asuransi !
User Rating: / 2
PoorBest 
Pernahkah Anda didatangi oleh agen asuransi? Atau saat ini malah dikejar-kejar Agen Asuransi. Apa yang ada di benak Anda saat itu? Apakah menurut Anda asuransi ada manfaatnya? Apa persepsi Anda tentang asuransi?. Cukup banyak tanggapan yang muncul, ada yang berkonotasi negatif tetapi ada juga yang positif.

Namun Bagi Anda yang ingin Menolak Asuransi berikut ada Tips Jitu Cara Menolak Asuransi :

1) Saya tidak punya uang untuk beli asuransi
Orang yang tidak mampu membeli asuransi sebenarnya justru orang yang lebih membutuhkan asuransi dibandingkan dengan orang yang mampu membelinya.

Jika anda tidak dapat membayar semua tagihan saat anda sehat dan dapat bekerja, bagaimana mungkin anda akan dapat membayarnya saat anda sakit dan tidak memiliki penghasilan? Asuransi adalah rekening AJAIB yang akan dapat mengurus pembayaran semua tagihan-tagihan lainnya jika anda menderita sakit kritis, cacat tetap, atau meninggal dunia.

Asuransi harus menjadi prioritas pertama, setelah kebutuhan pokok terpenuhi, untuk dibayarkan didalam rencana pengeluaran bulanan anda.

2) Saya masih punya cicilan kredit rumah
Ketika Anda memiliki kredit rumah, anda harus terus menerus membayar sejumlah besar uang selama 10 atau 15 tahun ke depan. Anda memang dapat memenuhi kewajiban tersebut, tapi apakah keluarga anda dapat membayarnya jika anda meninggal dunia atau mengalami cacat tetap sebelum cicilan kredit tersebut selesai? Marilah pastikan keluarga anda akan tetap tinggal di rumah yang indah, rumah yang telah anda berikan bagi mereka untuk selamanya.

3) Saya tidak butuh asuransi
Saya sangat setuju Anda tidak membutuhkannya. Apakah menurut Anda seorang yang menjadi cacat tetap karena suatu kejadian membutuhkan asuransi? Apakah orang yang baru saja terkena serangan jantung & harus mengeluarkan uang 150 juta untuk biaya operasi membutuhkannya ? Apakah orang yang meninggal dunia membutuhkannya ?

Ya ! mereka membutuhkannya tetapi tidak dapat membelinya pada saat itu.

Asuransi harus dibeli justru pada saat Anda tidak membutuhkannya. Karena pada saat Anda membutuhkannya, mungkin Anda sudah tidak dapat membelinya lagi. itulah Asuransi. Anda hanya dapat membeli asuransi ketika Anda sehat. Anda membeli asuransi dengan kesehatan Anda dan membayarnya dengan uang Anda. Jika Anda tidak lolos pemeriksaan kesehatan, maka Anda tidak akan dapat membeli asuransi walaupun Anda memiliki uang.

Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk membeli asuransi.

4) Saya diskusikan dulu dengan istri saya
Jika Anda menanyakan kepada istri Anda apakah Anda perlu membeli asuransi jiwa, maka istri Anda pasti berpikir, "Jika saya meminta suami saya untuk membeli, mungkin suami saya akan mengira bahwa saya mengharapkan suami meninggal agar saya menjadi seorang janda kaya"

Namun jauh di dalam hati & pikirannya mungkin ia memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya dan anak-anaknya, jika suaminya meninggal dunia. Bagaimanapun juga Anda telah menempatkan istri Anda ke dalam keadaan yang sulit.

Asuransi adalah hadiah yang terbaik dan terindah yang Anda belikan untuk istri Anda. Anda tidak perlu berdiskusi dengannya. Anda dapat langsung membelinya. Setelah Anda menerima polisnya barulah Anda bawa polis tersebut & berkatakan padanya : "Kekasihku, sepanjang masa hidupku aku akan menjaga dan mencukupi segala kebutuhan kita, makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan anak kita. Tetapi jika suatu hari nanti saya meninggal dunia, maka polis inilah akan menjagamu serta mencukupi setiap kebutuhan makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan sama seperti yang sekarang saya sediakan. Sebesar inilah cintaku padamu dan pada keluarga kita" Itulah bukti sesungguhnya dari cinta Anda. Istri Anda akan semakin mencintai Anda.

5) Saya ingin membandingkan dengan Asuransi perusahaan lain
Ini adalah gagasan yang baik, tahukah Anda ada berapa puluh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia dan jika Anda tidak membuat perbandingan dengan setiap perusahaan tersebut maka Anda tidak akan sungguh-sungguh tahu apakah Anda telah mendapatkan yang terbaik. Betulkah demikian ?

Ada satu kelemahannya. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada diri Anda selama masa Anda membanding-bandingkan semua perusahaan ini ? Anda telah yakin bahwa Anda membutuhkan perlindungan. Sementara Anda akan melakukan perbandingan, bukankah sebaiknya Anda sudah dilindungi terlebih dahulu ?

Jadi sementara Anda membandingkan, Anda dapat menikmati perlindungan cuma-cuma dengan fasilitas "FREE LOOK" sehingga selama 2 minggu setelah menerima polis, Anda dapat membuat perbandingan dengan tenang.

6) Biarlah Tuhan yang menyediakan segalanya
Ya, Anda benar, saya sependapat dengan Anda. Dan kalau Anda sadar Tuhan yang telah mengirim saya untuk menolong Anda dan itu sebabnya saya ada di sini dan datang kepada Anda.

Tuhan yang memelihara kita dan menyediakan segala kebutuhan kita. Tuhan juga telah melengkapi kita dengan kepandaian & kebijaksanaan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Tetapi apakah Anda hanya tinggal diam di kamar tidur sepanjang hari? Tentu tidak kan..?

7) Anda terlalu memaksa, saya tidak mau membeli dari Anda
Jika Anda tidak ingin membelinya dari saya, tidak masalah. Jika saya terlalu mendesak Anda, saya mohon maaf. Tidaklah penting bahwa Anda membeli asuransi ini dari saya, tetapi saya mohon setelah Anda membaca ini, tolong segera angkat telpon Anda dan panggilah agen lain.

Saya mohon maaf sekali lagi kalau saya telah berbuat kesalahan, kadangkala saya tanpa sadar terlalu memaksa calon klien. Namun saya benar-benar tulus & jujur melakukannya.

Ketika anak saya menolak minum obat ketika dia sakit, saya akan memaksanya walaupun dia tidak suka. Demi kebaikan dia karena saya tahu bahwa setelah makan obat dia akan sembuh. Saya juga melakukan hal yang sama sekarang, saya memaksa Anda demi kebaikan Anda sendiri.

Apakah Anda pernah melihat dokter yang memaksa pasiennya untuk menjalani operasi ? Mereka percaya dan yakin pada apa yang mereka lakukan, demikian juga saya percaya & yakin pada apa yang saya lakukan. Saya percaya dengan tulus bahwa semua orang memerlukan asuransi.

8) Teman saya juga agen lho, aku akan ambil dari dia
Jikalau Anda memiliki teman baik yang juga menjadi agen asuransi jiwa, seharusnya saat ini Anda telah memiliki polis asuransi. Ketika ternyata Anda belum memiliki polis asuransi, maka orang tersebut bukanlah sahabat sejati Anda, tetapi sayalah teman Anda.

Yang namanya temen sejati adalah orang yang bisa bantu kita pada saat kita kesusahan. Kalo kita masuk rumah sakit, biasanya teman kita bawa buah, agen asuransi bawa duit. Saya ingin menjadi teman yang memaksa Anda untuk menandatangani surat pengajuan polis saat ini yang akan memberikan jaminan keamanan bagi keluarga Anda.

9) Asuransi bertentangan dengan agama saya
Sahabat netter, berapakah uang yang biasa Anda gunakan untuk kebutuhan makanan sehari-hari keluarga Anda ?

Jika Rp 50 ribu per hari atau setahunnya setara dengan Rp 50 ribu x 365 hari = Rp 18,5 juta rupiah. Dengan demikian, jika Anda membeli program asuransi senilai 200 juta rupiah, maka ini akan menyediakan cukup untuk makan keluarga Anda selama 10 tahun mendatang.

Apakah Tuhan akan menghukum Anda karena Anda telah menyediakan makanan untuk keluarga Anda jika Anda meninggal dunia atau cacat tetap ? Tidak ada agama yang menyatakan bahwa membeli asuransi jiwa itu bertentangan dengan agama.

Menurut agama Islam, dosa hukumnya jika Anda tidak menyediakan kebutuhan keluarga Anda walaupun Anda sedang tidak berada di sekitar mereka.

Ada seseorang sahabat yang mengatakan bahwa asuransi bertentangan dengan agamanya dan ia tidak ingin membeli polis apapun.

Ia menjalankan sebuah usaha. Setiap kali saya melakukan perjalanan ke luar kota, saya akan mampir ke rumah makan tersebut untuk minum teh dan makan, semabari beristirahat.

Suatu hari ketika saya mampir ke sana, saya melihatnya berjalan pincang saat melayani saya. Saya menanyakan apa yang terjadi. ia berkata bahwa baru 3 bulan sebelumnya ia menjalani operasi by pass jantung. saya menasihati dia agar beristirahat, namun ia mengatakan bahwa ia harus membuka usahanya selama 24 jam sehari untuk membayar hutang-hutangnya. ia terpaksa harus meminjam uang sebesar 150 juta rupiah kepada sanak saudaranya untuk biaya operasi tersebut.

Saya menanyakan di mana istrinya berada? Ia mengatakan bahwa istrinya sedang berjualan makanan di kantin sekolah agar mendapatkan uang tambahan untuk membayar pinjamannya.

Ia berkata bahwa ia menyesali keputusannya untuk tidak mengikuti program asuransi yang saya tawarkan pada saat sebelum semua hal tersebut terjadi. Jika ia membeli program asuransi tersebut ia tidak perlu membuka rumah makannya selama 24 jam dan menderita untuk melunasi hutangnya.

Ia mengatakan lagi bahwa Ia juga tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi dengan keluarganya jika ia meninggal dalam operasi. bagaimana cara keluarganya harus melunasi hutang-hutangnya. Orang inilah yang mengatakan kepada saya bahwa ia tidak tertarik untuk membeli asuransi, hanya karena hal itu bertentangan dengan agamanya.

Ia berkata "Saya telah menerima informasi yang salah yang mengatakan bahwa asuransi jiwa bertentangan dengan agama saya. sekarang saya merasa bahwa justru dengan saya tidak membeli asuransi jiwa itulah bertentangan dengan agama saya, karena saya telah membuat keluarga saya menderita dan membuat istri saya terpaksa harus mengemis pada keluarganya untuk membiayai operasi saya. saya telah membuat dia susah".

Jadi apapun alasan Anda .... Memiliki sebuah Polis Asuransi adalah Pilihan Cerdas.

"Memang benar dan saya yakin Anda telah mengatakan hal sebenarnya, Anda sering dikejar oleh agen-agen asuransi, tapi disaat yang sama apakah bapak bapak sadar kalo kematian juga sedang mengejar Anda?, begitu kematian mendapatkan anda tidak akan ada lagi agen yang akan mengejar Anda, kan lebih baik saya (Agen Asuransi) yang mendapatkan bapak terlebih dahulu sebelum kematian yang mendapatkan Anda"




http://infoasuransi.net/bijaksana/125-9-cara-paling-ampuh-menolak-tawaran-agen-asuransi-.html?tmpl=component&print=1&layout=default&page=
 

Waspadai Inflasi Biaya pendidikan Yang lebih mencapai 20% pertahun

Hai, Para Orang Tua yg bijak, dalam sebuah Artikel di Harian Kompas ditulis "Waspadai Biaya Pendidikan"  (klik untuk melihat selengkapnya). Realita  Biaya Pendidikan di Indonesia mulai tahun 2000 hingga Juli 2009 mengalami kenaikan kurang dari 200% (lihat gambar dibawah). Ini artinya setiap tahun kita mengalami kenaikan biaya pendidikan mendekati 20% adalah suatu angaka yang menakjubkan, Suatu angka yg mencengangkan kita semua.

Menurut Ligwina Hananto MBA, konsultan keuangan Quantum Magna Financial, biaya pendidikan rata-rata naik sekitar 20% per tahun. Belum lagi laju inflasi di Indonesia. “Inflasi untuk sekolah swasta di Indonesia sekitar 20% per tahun, dan 15% per tahun untuk universitas di Indonesia,” tambah Ligwina. Selengkapnya



Dengan kondisi demikian kita harus menyiapkan Tabungan Pendidikan yg bisa memberikan imbalan di atas 2digit pertahun atau di atas 10%. Pilihan terbaik saat ini adalah Tabungan Pendidikan yg berbasis investasi saham, yg msh bisa memberikan return di atas 20% bahkan lebih, sehingga bisa menutupi biaya inflasi pendidikan yg terjadi.

Menjawab permasalah dimuka, Sebagai Perusahaan Asuransi Global Assurance mengeluarkan Product Tabungan Pendidikan PREMIER EDUPLAN bekerjasama dengan Perusahaan Investasi International SCHRODER INDONESIA yang akan menyiapkan Dana Pendidikan untuk putra-putri tercinta sebagai ungkapan tali kasih dan penyambung generasi jenjang S2 semuanya GRATISS!!!.

Dengan menyetorkan dana pendidikan selama 10 Tahun maka tergantikan SELURUHNYA setelah 10 tahun kemudian. Nilai investasi yang terbentuk akan digunakan untuk biaya pendidikan, dan setelah selesai pendidikan dana masih dapat digunakan untuk pernikahan atau biaya membeli rumah.  Jadi tidak seperti kita dulu karena saya yakin banyak diantara kita terbuang dana, pemikiran dan waktu untuk mencicil rumah .... wuih ... suata keunggulan Kami

Investasi akan dijalankan oleh SCHRODER INDONESIA adalah perusahaan investasi International (http://www.schroders.com/indonesia/home/) yg terkenal dengan Product Dana Prestasi Plus yg sejak tahun 2001 hingga tahun 2009 telah memberikan hasil return total 356% atau rata-rata 39% per tahun

Selain Investasi Unit Link berbasis saham, juga menyediakan investasi Unit Link yg lebih stabil seperti SBI, Obligasi, valas dan investasi campuran. Sejak diluncurkan April 2009 hingga September 2010 Unit Link Equity sudah memberikan return hingga 100%

Namun bagi Anda yang membutuhkan kepastian kami sediakan TABUNGAN TAHAPAN yang berguna bagi pendidikan dan pensiun karena akan bermanfaat 3 generasi anda, Anak Anda dan Cucu Anda. Kunci dari kebijakan ini adalah menabung sedini mungkin dan sebesar mungkin (tentunya dengan membelanjakan uang kita dengan bijak mengurangi belanja konsumtif)

Khusus untuk TABUNGAN TAHAPAN nilai yang direncanakan dijamin  walaupun pun terjadi perang dunia ke tiga sekalipun

Kebijakan tentunnya ada di Anda sebagai penanggung jawab financial, Jangan sungakan untuk berkonsultasi dengan saya Hadi, Agar lebih efektif dan menjaga kerahasiaan akan lebih baik Anda mengundang saya untuk memberikan saran. Dan konsultasi ini tidak di pungut biaya apapun.



Tertarik?
Jika Anda tertarik untuk mendapat informasi yang lebih jelas mengenai Produk Asuransi Terbaik kami, silakan:

Lihat Cara Membeli
Atau hubungi saya, Hadi yang tertulis dibawah ini

Cara mudah mendapatkan solusi Hidup



 


Izin Kutip / Cetak

Kami memperbolehkan Anda yang ingin mengutip artikel sebagian atau keseluruhan naskah yang ada dalam website ini selama Anda menuliskan sumber dan melink-kan URL (http://infoasuransi.net) kepada situs ini.

Untuk pencetakan pun kami perbolehkan, asalkan naskah tersebut tidak untuk dikomersialkan (dijual dalam bentuk buku, dll), tulis sumber dan URL kami sebagai tanda penghargaan anda kepada kami.


Lihat "Tip Memilih Asuransi Cashless terbaik dan terbagus"
Layanan evakuasi di luar negeri Gratis dari Global Assistance & Healthcare®



http://www.infoasuransi.net/asuransi-pendidikan/94-waspadai-inflasi-biaya-pendidikan-yang-lebih-mencapai-20-pertahun.html?tmpl=component&print=1&layout=default&page=